PT SOL Dinilai Tidak Respons Bencana ,Abai Tak Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana di Taput.

Penggiat Sosial Minta PT.SOL Peka

Indonesiainews.comTaput||Sikap tidak peduli ditunjukkan PT Sarulla Operations Ltd (PT SOL) terhadap warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Padahal PT SOL Berdiri di BumI Tapanuli Utara,dengan meraup keuntugan di perkirakan triliunan rupiah pertahunya, Hingga pertengahan Februari 2026, perusahaan pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) terbesar di dunia itu tercatat belum menyalurkan bantuan apa pun kepada korban bencana.
Bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak akhir November 2025 lalu menyebabkan kerusakan rumah warga, lahan pertanian, menelan korban jiwa, serta melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah kecamatan.

Namun ironisnya, hingga kini tidak ada bantuan yang diterima maupun disalurkan dari PT SOL melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Utara. Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Henry Sitompul, saat dikonfirmasi Rabu (18/2/2026), membenarkan bahwa pihak PT SOL sempat datang ke daerah terdampak.Namun, ia menegaskan tidak mengetahui adanya penyaluran bantuan.

“Memang pernah pihak PT SOL datang, tapi kami tidak tahu apakah mereka memberikan bantuan atau tidak,” ujar Henry.

Hal senada disampaikan pihak BPBD Kabupaten Tapanuli Utara, menurut Kepala Bidang Logistik BPBD Taput menegaskan bahwa hingga saat ini tidak tercatat adanya bantuan, baik berupa barang maupun bentuk bantuan lainnya, yang berasal dari PT SOL.

Sebagaimana diketahui, PT Sarulla Operations Ltd (SOL) merupakan perusahaan pengelola PLTP berkapasitas 330 megawatt yang beroperasi di wilayah Pahae Jae dan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara. Perusahaan ini beroperasi langsung di tengah masyarakat Taput dan memanfaatkan sumber daya alam daerah setempat.

Di tengah kepedulian berbagai pihak—mulai dari pemerintah daerah, TNI–Polri, relawan kemanusiaan, hingga sejumlah perusahaan lain—ketiadaan kontribusi PT SOL justru menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Warga pun menyayangkan sikap perusahaan tersebut. Mereka menilai PT SOL seharusnya menunjukkan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebagai bentuk kepedulian dan empati, terutama di saat masyarakat sedang mengalami masa sulit akibat bencana alam.
(Lamhot Silaban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *