Humbahas, Selasa 07 Oktober 2025
Indonesiainews.com
Keluarga besar marga Silaban dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul di Tipang, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, untuk menghadiri Partangiangan Borsak Junjungan Silaban sekaligus acara Serah Terima Ketua Umum Punguan Borsak Junjungan Silaban se-Indonesia. Momentum sakral yang dikenal sebagai Silaban 10.10.2025 ini menjadi wujud nyata kebersamaan, doa, dan penguatan ikatan kekeluargaan di antara Anak, Boru, Bere, dan Ibebere Silaban di seluruh nusantara.
Kegiatan diawali dengan doa bersama untuk memohon berkat Tuhan agar seluruh keluarga besar Silaban senantiasa diberi perlindungan, kesehatan, dan kesejahteraan di mana pun berada. Suasana hangat dan penuh makna terasa sejak pagi, ketika rombongan dari berbagai provinsi tiba di kawasan Tipang yang dikelilingi panorama indah Danau Toba. Para peserta mengenakan busana adat Batak, menciptakan pemandangan penuh warna di halaman rumah adat tempat acara digelar.
Ketua panitia pelaksana menyampaikan bahwa tanggal 10 Oktober 2025 dipilih bukan sekadar simbol, melainkan pengingat agar keluarga Silaban terus menjaga persaudaraan dan komitmen untuk membangun kebersamaan di tengah perubahan zaman. “Angka 10-10-10 menjadi penanda bahwa kekompakan kita tidak boleh pudar. Inilah saatnya mempererat tali kasih di antara kita semua,” ujarnya.
Acara utama ditandai dengan serah terima jabatan Ketua Umum Punguan Borsak Junjungan Silaban se-Indonesia. Momen ini berlangsung secara khidmat, diiringi prosesi adat Batak serta sambutan dari perwakilan pengurus lama dan pengurus baru. Dalam sambutannya, Ketua Umum yang baru berjanji akan melanjutkan semangat pelayanan, memperkuat komunikasi antarwilayah, serta mengembangkan program sosial dan pendidikan bagi generasi muda Silaban.
“Punguan ini bukan hanya wadah berkumpul, tetapi juga sarana untuk membangun. Kita ingin menghadirkan manfaat nyata bagi keluarga Silaban, terutama generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budaya Batak,” katanya disambut tepuk tangan peserta.
Selain acara formal, kegiatan Partangiangan juga diisi dengan tarian dan nyanyian tradisional, sebagai bentuk syukur dan pelestarian warisan leluhur. Dua penari muda menampilkan Tortor Somba-Somba, diiringi musik gondang yang menggema di lembah Tipang. Para hadirin, baik yang datang dari Sumatera, Kalimantan, Jawa hingga Papua, larut dalam suasana penuh sukacita dan rasa bangga terhadap identitas mereka sebagai bagian dari Silaban Borsak Junjungan.
Di sela acara, tampak pula sesi doa bersama yang dipimpin oleh tokoh rohani dan penatua adat. Doa tersebut menjadi pengikat makna seluruh kegiatan hari itu: agar Tuhan memberkati, melindungi, dan menyejahterakan keluarga besar Silaban di manapun mereka berada. Pesan ini menjadi ruh utama yang menegaskan bahwa persaudaraan sejati tumbuh dari kasih, bukan sekadar garis keturunan.

Punguan Borsak Junjungan Silaban dikenal sebagai organisasi yang aktif menjaga nilai-nilai budaya, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama. Dalam beberapa tahun terakhir, pengurus di berbagai daerah telah menjalankan sejumlah kegiatan sosial, seperti bantuan pendidikan untuk anak kurang mampu, aksi kemanusiaan bagi anggota yang terdampak bencana, serta dukungan bagi pelestarian budaya Batak di tingkat lokal maupun nasional.
Kehadiran ratusan peserta dari seluruh Indonesia pada Silaban 10.10.2025 menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kekeluargaan masih hidup kuat di kalangan marga Silaban. Tipang pun menjadi saksi bahwa pertemuan ini bukan hanya perayaan, tetapi juga pernyataan tekad: untuk menjaga warisan leluhur sambil menatap masa depan dengan harapan.
“Semoga Tuhan selalu menyertai langkah keluarga besar Silaban. Kita semua — Anak, Boru, Bere, Ibebere — adalah satu tubuh dalam kasih dan doa yang sama,” tutup salah seorang tokoh adat sebelum prosesi makan bersama sebagai penanda berakhirnya acara.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan, gema doa dan tawa masih terdengar di udara Tipang. Silaban 10.10.2025 bukan sekadar tanggal, melainkan simbol persaudaraan yang tak lekang oleh waktu — dari Humbahas untuk seluruh keluarga besar Silaban di nusantara dan dunia.













