INDONESIA NEWS.COM
Medan, 10/11/2025
Kemarin, di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, bergema suara yang mengguncang nurani.
Sebanyak 150 Bapak dan Ibu beragama Islam dari Tapanuli Selatan ikut bergabung dengan lebih 10.000 orang lainnya dalam aksi damai menyerukan “Tutup TPL” — menandakan bahwa panggilan menjaga bumi bukan milik satu agama, tetapi suara hati seluruh umat manusia.
Kami menyampaikan terima kasih yang mendalam secara khusus kepada para pelayan dan warga jemaat HKBP yang hadir dengan kasih dan keberanian iman:
• Dari Distrik Medan Aceh, Medan Utara, Binjai Langkat, dan Deli Serdang — sekitar 1.500 orang.
• Dari Distrik Tebing Tinggi Deli, Sumatera Timur, dan Humbang, dan Distrik lainnya bersama para Praeses dan Pendeta.
• Dari dunia pendidikan (Rektor, Ketua, Dosen, mahasiswa) Universitas HKBP Nommensen Medan dan Pematangsiantar, STT HKBP, STB HKBP, STGH HKBP dan STD HKBP — sekitar 2.000 orang.
(Jumlah yang hadir dari HKBP sengaja dibatasi, jika tidak puluhan ribu orang akan bergabung)
Mereka semua bergandengan tangan dengan Pastor, Suster, Ulama, Akademisi, Pegiat lingkungan, Organisasi Kemasyarakatan, GMKI, GAMKI, GMNI, Pendamping masyarakat, serta para korban kerusakan alam.
Dari berbagai latar belakang, mereka berdiri teguh dalam satu seruan bersama:
Selamatkan bumi, pulihkan kehidupan, hentikan keserakahan! Seruan “Tutup TPL” bukanlah seruan kebencian, melainkan nyanyian iman dan nurani. Ia lahir dari kasih yang menolak ketidakadilan, dari iman yang menolak perusakan ciptaan Allah. Ini adalah tanggung jawab rohani dan moral, panggilan untuk merawat tanah yang diberkati Tuhan, agar bumi tetap subur, air tetap jernih, dan anak cucu dapat hidup damai di bawah langit yang sama.
Hari itu, umat beriman dari berbagai agama menyatu dalam satu doa dan tekad:
Tuhan, pulihkanlah tanah ini. Pulihkanlah hati kami, agar kami tidak diam ketika alam-Mu menangis.
Aksi ini berlangsung dalam suasana damai, tidak ada tindakan anarkis dan (yang langka terjadi) tidak menyisakan sampah.
Terima kasih yang tulus kepada Sekber Gerakan Oikumenis Keadilan Ekologis di Sumatera Utara.(Red)













