Djumongkas Hutagaol: Semangat Untuk Pembentukan Provinsi Tapanuli Tak Pernah Surut Hingga Akhir Hidupnya

Oleh: Yonge Sihombing, S.E., M.B.A.

Indonesiainews.com||Medan, 20 Januari 2026 – Bapak Djumongkas Hutagaol, sosok yang telah meninggalkan jejak abadi dalam hati kami. Beliau adalah simbol semangat dan komitmen yang tak pernah padam, bahkan dalam kegelapan malam. Beliau adalah api yang membakar semangat kami untuk terus berjuang, untuk terus melangkah maju, dan untuk terus mewujudkan impian.

Sebagai Wakil Ketua Dewan Penasehat Panitia Percepatan Provinsi Tapanuli, Bapak Djumongkas Hutagaol selalu memotivasi kami dengan kata-kata yang penuh semangat dan harapan. “Jangan menyerah, kita harus terus maju!” Beliau selalu mengingatkan kami untuk tidak kehilangan fokus dan untuk terus berjuang demi terwujudnya Provinsi Tapanuli.

Setiap kali kami bertemu, beliau lebih banyak mendengar progres yang telah kami lakukan, dan memberikan motivasi untuk terus maju dan tidak menyerah. Beliau adalah sumber inspirasi yang tak pernah kering, sumber kekuatan yang tak pernah lemah. Beliau adalah contoh dari keberanian dan ketabahan yang tak pernah goyah.

Beliau juga banyak bercerita tentang perjuangan Panitia terdahulu dan menyarankan kepada kami untuk memetik hikmat dari perjalanan Panitia terdahulu. Dengan demikian, kami dapat belajar dari pengalaman mereka dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Beliau lah yang memediasi pertemuan kami dengan Bapak Ir. G.M. Chandra Panggabean, Ketua Umum Panitia Pembentukan Provinsi Tapanuli (Panitia terdahulu).

Pertemuan tersebut sangat berharga bagi kami, karena kami dapat belajar dari pengalaman dan kebijaksanaan Bapak Ir. G.M. Chandra Panggabean. Dan pertemuan pun berlangsung dengan penuh kekeluargaan dengan Panitia terdahulu. Hadir pada pertemuan tersebut Bapak Ir. G.M. Chandra Panggabean, Gelmok Samosir, Bapak Djumongkas Hutagaol, Daulat Situmorang, dan Budiman Nadapdap, Bendahara Umum dan Sekjen Panitia terdahulu.

Beliau sangat sabar, karena sebelum saya bertemu dengan Ir. Chandra Panggabean, beliau bolak-balik menyampaikan pesan Pak Chandra untuk saya tanggapi. Meskipun sebenarnya kami sudah sama-sama di Traders, saya masih duduk terpisah dengan Pak Chandra, dkk. Karena ada usul dari pihak panitia terdahulu untuk memberikan surat tugas kepada panitia yang saya pimpin. Dan saya setuju, tidak ada masalah, namun usul itu tidak jadi, karena mereka pun menyadari tidak ada dasar dan alasan untuk menugaskan saya atau Panitia yang dipimpin oleh saya.

Tetapi hari ini, beliau telah pergi, meninggalkan kami dengan kenangan indah dan semangat yang tak pernah padam. Kami merasa sedih dan kehilangan, karena Pak Djumongkas tidak sampai bisa melihat impian dan harapan terwujudnya Provinsi Tapanuli yang telah beliau cita-citakan. Tiba-tiba, keheningan yang menyakitkan memenuhi hati kami, dan kami tidak bisa tidak bertanya, “Apa yang akan terjadi selanjutnya?”

Tapi, kami tidak akan menyerah. Kami akan terus melanjutkan perjuangan pembentukan Provinsi Tapanuli, dengan semangat dan komitmen yang sama. Kami akan terus berjuang untuk Provinsi Tapanuli. Selamat jalan Bapak Djumongkas, bertemu Tuhan Yesus Kristus. Kami akan terus mengenang jasa dan pengorbanan Bapak.(Red)

Ketua Umum Panitia Percepatan Provinsi Tapanuli
Yonge Sihombing, S.E., M.B.A.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *